2/17/2016 02:53:00 PM
0



Celakalah dosa-dosa. Betapa hina pengaruhnya. Betapa mengerikan beritanya.  Tidaklah dosa-dosa terjadi kecuali dalam keadaan lengang dan sendirian. Wahai engkau yang tak mampu bersabar menahan hawa nafsunya walau sesaat. Beritahu aku siapa dirimu ? Bagaimanakah ilmumu? Setinggi apakah derajatmu ?

Demi Allah ! Tahukah engkau seperti apa lelaki sejati itu ? lelaki sejati adalah yang mampu mengendalikan dirinya dari perkara yang diharamkan saat sendirian sekalipun ia menyukainya. Ia ingat dan menyadari bahwa Allah melihatnya. Ia mampu melihat kebenaran sehingga malu pada Tuhannya. Bagaimana ia bisa melakukan kemaksiatan sementara Allah melihatnya? Diriwayatkan dari Tirmidzi dalam shohihnya, bahwasanya Abu Dzar radhiallaahu anhu berkata : Ketika Rasulullah saw sedang membaca sebuah ayat : 

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS. Al Insaan : 1)

Abu Dzar berkata : Rasulullah membacanya sampai selesai, lalu beliau bersabda : “Sungguh aku melihat sesuatu yang engkau tak dapat melihatnya, dan aku mendengar sesuatu yang engkau tak dapat mendengarnya. Langitpun berkeretak. Dan tidaklah ada satu ruang sejengkalpun melainkan ada malaikat yang sedang bersujud atau berdiri.  Demi Allah, jika engkau tahu apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis. “

Berhati-hatilah ! Jangan sampai penangguhan dan kemurahan Tuhanmu membuatmu terlena. Yang karenanya banyak pelaku maksiat dan penguasa zholim dihancurkan. Jika dirimu ingin berbuat maksiat, maka ingatlah bahwasanya Allah Maha Melihat.  Jangan sampai engkau jadikan Dia yang melihatmu sebagai zat yang paling rendah. Jika suatu saat engkau bersendirian sementara hawa nafsu terus membujukmu agar melakukan dosa, maka katakanlah : “Malulah engkau pada Yang Maha Melihat, sungguh Dia yang menciptakan kegelapan sedang melihatku.”

Jika engkau tak yakin bahwa Allah melihatmu, maka alangkah besarnya kekufuranmu! Dan jika engkau yakin Dia melihatmu yang sedang bermaksiat, maka alangkah besarnya kesomboonganmu! Betapa besarnya kesombonganmu dan betapa kecilnya rasa malumu!

Wahai orang yang malang! Tubuh bagian amnakah yang akan berdiri di hadapan Allah kelak? Lidah manakah yang akan menjawab pertanyaan-Nya kelak ? Carilah alasan yang tepat untukmu. 

(Transkrip ceramah : Syaikh Khalid Ar-Rasyid)

Hadits ibnumajah 4180

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَنْبَأَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ مُوَرِّقٍ الْعِجْلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ إِنَّ السَّمَاءَ أَطَّتْ وَحَقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَمَا تَلَذَّذْتُمْ بِالنِّسَاءِ عَلَى الْفُرُشَاتِ وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصُّعُدَاتِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهِ لَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ

“Sesungguhnya saya mengetahui sesuatu yang tak kalian ketahui dan mendengar apa yang tak kalian dengar. Sesungguhnya langit merintih dan diberikan kepadanya hak untuk merintih. Karena tidaklah dalam posisi empat jari kecuali ada Malaikat yang meletakkan keningnya” bersujud kepada Allah. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, dan kalian tak akan merasakan enaknya di atas kasur bersama isteri, dan kalian akan keluar menuju bukit-bukit untuk berdo'a dengan suara keras kepada Allah. Demi Allah, aku sangat ingin seandainya aku menjadi sebatang pohon yang ditebang. [HR. ibnumajah No.4180].

0 komentar:

Plan Your Work and Work Your Plan

Plan Your Work and Work Your Plan